Makassar, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia 2014 dan Pertemuan Ilmiah Arkeologi XIII pada 14—16 Oktober 2014 di Phinisi Ballroom 2, Hotel Grand Clarion, Jl. A.P.Pettarani No.3 Makassar, Sulawesi Selatan.

IMG_9638

Pembukaan Kongres IAAI 2014 dan PIA XIII diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa oleh Ketua Jurusan Arkeologi Universitas Hasanudin, pertunjukan Tari Padduppa khas Makassar oleh Program Studi Seni, Sastra, dan Teater Universitas Hasanudin, laporan oleh Ketua Umum IAAI Junus Satrio Atmodjo, dan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Dr. Rahmat Rahim mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

“Kami akan mengadakan dua kegiatan penting, yaitu Pertemuan Ilmiah Arkeologi yang mengeluarkan sembilan makalah yang berasal dari sembilan komda, serta Kongres IAAI. Hingga saat ini anggota IAAI tercatat 771 orang anggota. Selain penguasaan pengetahuan, diperlukan pula etika profesi. Nantinya akan ada tiga komisi dalam kongres, Komisi I membahas Organisasi Profesi dan Perundang-Undangan, Komisi II tentang Sumber Daya Manusia, dan Komisi III terkait Kemitraan. Kegiatan pelestarian pada dasarnya hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli cagar budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin memantapkan peran arkeologi kepada bangsa,” papar Junus Satrio Atmodjo.

Dr. Rahmat Rahim Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan, salah satu kebutuhan masyarakat seperti pada UUD 1945 Pasal 28C: Setiap orang berhak mengembangkan dirinya dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni budaya khususnya kepurbakalaan sebagai bagian dari kebudayaan. UU Cagar Budaya No.11 Tahun 2010 turut mendukung hak masyarakat untuk mendapatkan informasi serta kewajiban untuk menjaga dan melestarikan peninggalan cagar budaya. “Dengan mengharap ridho Allah, kegiatan ini secara resmi saya buka,” kata Dr. Rahmat Rahim.

IMG_9729

Acara selanjutnya pada hari pertama Kongres IAAI 2014 adalah Konferensi Pers, Pengantar Pertemuan Ilmiah Arkeologi XIII, dan tiga panel diskusi.