Pemilihan Ketua Umum, Ketua Komda dan Anggota Dewan Kehormatan IAAI periode 2011-2014.

Ketua umum IAAI dipilih dengan syarat:

  1. Diusulkan oleh kongres
  2. Harus hadir dalam kongres
  3. Telah menjadi anggota IAAI selama sepuluh tahun
  4. Pernah menjadi pengurus IAAI pusat atau komda
  5. Berdomisili di Jabotabek

Pemungutan suara dilakukan dalam dua putaran.

Putaran pertama menghasilkan tiga nama sebagai kandidat ketua, yaitu:

  1. Junus Satrio Atmodjo
  2. Wiwien Djuwita
  3. Gatot Ghautama

Pada putaran kedua, Junus Satrio Atmodjo memperoleh 98 suara, Wiwien Djuwita 59 suara, dan Gatot Ghautama 18 suara. Total 154 suara yang berpartisipasi dalam pemilihan Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. Junus Satrio Atmodjo terpilih kembali sebagai Ketua Umum IAAI periode 2014—2017.

Acara selanjutnya yaitu pemilihan Dewan Kehormatan, dengan kandidat sebagai berikut:

  1. Mundardjito
  2. Inajati Adrisijanti
  3. Sumijati A.
  4. Hariani Santiko
  5. Truman Simanjuntak
  6. Wiwien Djuwita
  7. Nurhadi Magetsari
  8. Edijami B. Andoko
  9. Hasan Djafar

IMG_0528

Pada Pemilihan Ketua Komda terdapat tiga syarat yaitu:

  1. Diusulkan oleh anggota Komda
  2. Telah menjadi anggota IAAI selama lima tahun
  3. Bersedia

Ketua Komda yang demisioner bertanggungjawab dalam pemilihan Ketua Komda, maksimal tiga bulan dari sekarang.

“Di dalam tugas yang baru ini, saya harap terus diberi kesehatan. Terima kasih kepada senior-senior yang telah bersedia menjadi Dewan Kehormatan,” demikian sambutan Junus Satrio Atmodjo.