Makassar. Rangkaian acara Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia pada 14 Oktober 2014 dilanjutkan dengan Pengantar Pertemuan Ilmiah Arkeologi XIII yang dipaparkan oleh Ketua I (PIA) Karina Arifin, Ketua Umum IAAI Junus Satrio Atmodjo dan Sekretaris I Desse Yussubrasta.

“Mengapa hanya ada sembilan makalah? Kita ingin DIA (Diskusi Ilmiah Arkeologi) yang menjadi titik tolak lebih dulu dari PIA (Pertemuan Ilmiah Arkeologi). Tahun ini hanya makalah yang lolos seleksi DIA yang akan ditampilkan dalam PIA,” ujar Karina Arifin.

IMG_9810

“Dari sembilan makalah ini kita akan menilai apakah cocok untuk menempati level kompetensi tertentu. Sembilan makalah ini harusnya adalah sembilan makalah terbaik dari masing-masing Komda. Kami akan menerbikan jurnal yang akan diakreditasi oleh DIKTI. Akreditasi bukan hanya untuk lingkungan akademisi tetapi juga para pelestari,” demikian pernyataan Junus Satrio Atmodjo dalam pengantar PIA XIII.

“Mudah-mudahan dengan usaha menjadikan jurnal arkeologi sebagai jurnal yang terakreditasi nasional, Bapak dan Ibu bisa lebih semangat melakukan penelitian.”