Panel II Pertemuan Ilmiah Arkeologi XIII menyajikan 3 makalah, yaitu:

–  “Situs Gunung Padang: Hasil Penelitian Arkeologi dan Pengembangan Terkini” oleh Lutfi Yondri.

Masalah yang cukup hangat sejak 3 tahun terakhir ini, Gunung Padang bagi arkeolog bukan hal yang baru. Ada banyak kontroversi pada masalah penelitian Gunung Padang. Salah satu perkembangan budaya di nusantara adalah tradisi Megalitik.”


IMG_9986

–  “Analisis Teknologi dan Fungsional Artefak Batu: Suatu Kajian Eksperimental” oleh Karina Arifin dan Ingrid H.E Pojoh.

Alat batu prasejarah yang digunakan untuk mengerjakan suatu kegiatan tertentu terhadap materi tertentu akan meninggalkan jejak pakai yang sama dengan alat batu yang dibuat pada zaman sekarang (dengan menggunakan teknologi dan bahan baku yang sama dengan pada zaman prasejarah) untuk mengerjakan materi yang sama yang dikenal pada masa prasejarah.”

 

–  “Pengarcaan Ganesha di Bali Era Globalisasi: Fenomena dalam Usaha Pelestarian dan Pengembangan Tinggalan Arkeologi” oleh I Wayan Redig.

Pengarcaan Ganesa di Bali puluhan tahun belakangan ini menunjukkan adanya fenomena pelestarian dan pengembangan tiggalan arkeologi. Masyarakat yang melestarikan dan mengembangkannya adalah pemahat dan pengguna. Hal ini bisa ditumbuhkembangkan menjadi kegiatan ekonomi kreatif.”

 

Paparan tiap makalah dapat diunduh pada tautan di bawah ini.

[gview file=”http://kebudayaanindonesia.net/iaai/wp-content/uploads/2014/10/ANALISIS-TEKNOLOGI-DAN-FUNGSIONAL-ARTEFAK-BATU-SUATU-KAJIAN-EKSPERIMENTAL-Karina-Arifin-Ingrid-H.E.-Pojoh.pdf”]

[gview file=”http://kebudayaanindonesia.net/iaai/wp-content/uploads/2014/10/PENGARCAAN-GANESA-DI-BALI-DALAM-ERA-GLOBALISASI-FENOMENA-PELESTARIAN-DAN-PENGEMBANGAN-TINGGALAN-ARKEOLOGI-I-Wayan-Redig.pdf”]

[gview file=”http://kebudayaanindonesia.net/iaai/wp-content/uploads/2014/10/Seputar-Kontroversi-Arkeologi-di-Situs-Cagar-Budaya-Gunung-Padang-Lutfi-Yondri.pdf”]